Dak Katek Niat
Ketika teman-teman bercerita tentang naik motor mereka saling menceritakan tentang betapa mereka mengendarai motor dengan ngebut, aku yang tak bisa ngebut bermotor hanya mendengarkan, karena kelamaan mendengarkan mereka akhirnya akupun bercerita, "Aku kalo bemotor dak pernah ngebut, tapi kalo niat pengen nyalib motor lain, seberapapun ngebutnya motor tersebut pasti dapet, itulah aku." Dengan bangga aku bercerita, "wah hebat, kamu biso ngebut jugo, kapan tu?"
"Nah itu masalahnyo niat itu dak pernah ado" Selengkapnya...
"Nah itu masalahnyo niat itu dak pernah ado" Selengkapnya...
Dak Renang
Diceritakan ada seorang kaya yang berasal dari desa dan tak pernah ke kota, sewaktu menemani anaknya ke kota dan keliling-keliling, akhirnya mereka pergi ke kolam renang anaknya ingin berenang, karena sudah letih sang Bapak tidak ikut dan hanya duduk-duduk saja, tak lama kemudian datanglah petugas menghampiri Bapak tersebut sambil menyapa basa-basi, "Pak kenapa Bapak tidak renang?" Sang Bapak dengan muka garang menjawab, "Kurang ajar Nga ngateke aku dak renang, aman aku dak renang dak mungkin aku nyampai ke sikak."
(nga = kamu, ngateke = mengatakan, renang = waras, sikak = sini) Selengkapnya...
(nga = kamu, ngateke = mengatakan, renang = waras, sikak = sini) Selengkapnya...
Salami dulu
Cerita ini adalah cerita jadul banget tentang seorang udik mau nonton bioskop, setelah membeli karcis dan ketika menyerahkan tiket kepada penjaga ia kaget karena tiket tersebut disobek oleh petugas penjaga, iapun membeli tiket lain kali ini dua buah tiket dan ia serahkan kepada penjaga kembali ketika disobek iapun girang dan berkata "tebudi nga aku masih megang sikok lagi".
Setelah masuk iapun menyalami penonton yang ada satu persatu, setelah selesai menyalami penonton iapun mencari tempat duduknya dan ternyata film yang diputarpun selesai orang-orang pada bubar.
(tebudi = tertipu, nga = kamu, sikok = satu) Selengkapnya...
Setelah masuk iapun menyalami penonton yang ada satu persatu, setelah selesai menyalami penonton iapun mencari tempat duduknya dan ternyata film yang diputarpun selesai orang-orang pada bubar.
(tebudi = tertipu, nga = kamu, sikok = satu) Selengkapnya...
Bunyike
Ceritanya dulu ada dua pencuri, satu dari daerah Pegagan (salah satu daerah di Inderalaya) satu lagi dari Pemulutan.
Waktu itu mereka mencuri sebuah Radio, ketika mereka beraksi sempat ketahuan dari yang empunya radio, lalu diteriaki hingga banyak yang mengejar mereka. Alhasil merekapun sembunyi, Si Pegagan Berkata kepada temannya "Bunyike radionye". (maksudnya Sembunyikan radionya).
Lantas Si Pemulutan memutar power radio menjadi on, hasilnya merekapun tertangkap.
(Tidak ada maksud untuk menjelekkan nama-nama daerah dalam cerita ini, ini hanya cerita pengisi waktu luang hanya untuk hiburan) Selengkapnya...
Waktu itu mereka mencuri sebuah Radio, ketika mereka beraksi sempat ketahuan dari yang empunya radio, lalu diteriaki hingga banyak yang mengejar mereka. Alhasil merekapun sembunyi, Si Pegagan Berkata kepada temannya "Bunyike radionye". (maksudnya Sembunyikan radionya).
Lantas Si Pemulutan memutar power radio menjadi on, hasilnya merekapun tertangkap.
(Tidak ada maksud untuk menjelekkan nama-nama daerah dalam cerita ini, ini hanya cerita pengisi waktu luang hanya untuk hiburan) Selengkapnya...
Luka dan Jam Tangan
Diceritakan sebongkah batu besar jatuh terkena tangan seorang yang sangat bakhil, dan terlukalah tangannya. Luka itu cukup serius, tapi dia malah berkata : “Alhamdulillah saya lupa bawa jam tangan di rumah !”
Selengkapnya...
Membeli Seekor Kuda
Dikisahkan bahwa seorang pembeli berkata : “Saya perlu seekor kuda yang warnanya bukan coklat, bukan hitam, bukan putih, bukan merah dan bukan biru, anda punya?”
Langganan:
Komentar (Atom)













































